Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Tulisan 06 Bahasa Indonesia 2 (minggu kedua)


Tugas ini saya buat untuk matakuliah BAHASA INDONESIA 2 . Dimana penulisan ini saya tulis adalah tentang Universitas Gunadarma (III)

Kelanjutan tulisan ini adalah pembahasan soal fasilitas yang berkembang. Menurut saya fasilitas berkembang itu adalah yang mengikuti jaman. Kenapa mengikuti? Kenapa tidak langsung dengan kalimat berkembang. Karna menurut saya dengan regional berbeda dan jumlah mahasiswa yang banyak tidak mungkin pihak kampus memberikan fasilitasi masal. 
Masal artinya semua rata, bisa menikmati. Ini menurut saya kurang bisa jika manusia yang membuatnya. Gunadarma memberikan fasilitas tahap demi tahap. Jika difokuskan ke satu titik maka yang lain nya mengikuti. Contoh jika kelas ada sampah karna mahasiswa, tempat sampah memang ada, tapi manusia yang tidak sengaja atau ada yang hobi buang sembarangan, OB (officeboy) cepat tanggap. Kelas berakhir mereka ‘si OB’ beraksi. Ini membuat saya berfikir ‘kampus ini luas, ko mereka tau selipan sampah dimana..’ mungkin sudah ahlinya ditangani jadi mereka paham harus bertindak apa. Di regional depok saya melihat fasilitas olahraga, awalnya di sini saya melihat bagus dan asik. 
Didalam benak iri, tapi jarak dan akses dari kalimalang depok bisa dirasakan sendiri. Kegusaran itu terbayar lewat info yang saya dengar di semester 3, ada fasilitas olahraga, kurang luas memang tapi mungkin tahap demi tahap mengikuti. Semua kekurangan gunadarma banyak diluar sana, akan tetapi saya tidak kritis seperti manusia manusia munafik diluar sana ‘teman teman saya’. Membuat diri mereka tenar dengan celoteh celoteh kritis didalam gunadarma. 
Saya hanya anak kampus yang sering diluar kampus, kuliah sekedar ya kuliah, kalo mau iri dari kampus lain akan fasilitasnya, lebih baik pindah dari gunadarma. Kenapa pindah? Karna mereka mereka hanya orang yang bersembunyi didalam kampus, tidak berani diluar kampus. Maka mereka harus ‘menyempurnakan’ fasilitas. Saya ini orang lapangan, sering nerima kenyataan, bergulatlah dengan kenyataan. Karna ‘kesempurnaan iman adalah menerima kenyataan’ :HR. Eminem. Terima kasih telah membaca tulisan saya.

Tulisan 05 Bahasa Indonesia 2 (minggu kedua)


Tugas ini saya buat untuk matakuliah BAHASA INDONESIA 2 . Dimana penulisan ini saya tulis adalah tentang Universitas Gunadarma (II)

Ditulisan ini saya akan melanjutkan cerita sebelum nya, yaitu tentang gunadarma. Gunadarma adalah kampus yang besar, 4 regional yang saya tahu itu besar, dari depok, kalimalang, karawaci, sampai cengkareng. Dengar dari kabar burung jumlah per tahun mahasiswa sekitar 30rb mahasiswa, dijumlahkan setiap falkutas. Ga kebayang kalo reuni nonton bola 3 angkatan disenayan, padet iyeee. Manajemen nya apik, tertata, setiap kita ngampus sudah dijadwalkan dikelas masing masing. Ini fakta, kenapa? Urus 100 orang yang ‘mobile’ aja susah, ini 30rb yang dibilang ‘beranekaragam’. 
Dikampus lain yang saya dengar ada yang masih rebutan kelas, ko rebutan? Iya mungkin manajemen yang dibuat sudah tertinggal jaman. Manusia itu berkembang lebih kritis dari jaman sekarang, hal yang mereka aneh pasti dikeritisi dengan semangat. Mungkin karna kejenuhan kampus yang begitu itu saja. Perbedaan ini membuat gunadarma menjadi jawaban nya, dari segi kampus, perkuliahan, fasilitas yang terus di kembangkan, mahasiswa nya, serta jarak dan akses yang mudah. Mungkin kisah cerita ini bisa dirasakan oleh kalian yang membacanya, motivasi saya menulis bukan ada pihak yang berkepentingan untuk  memiliki kepentingan nya sendiri. 
Disini saya menulis bedasarkan fakta, bukan menjilat seperti manusia manusia hina diluar sana yang munafik, tidak mau mengakui, sakit jiwa ‘tidak jujur dalam bertutur kata atau berargumen’. Bonus dari penulisan ini adalah saya diberi nilai Bahasa Indonesia karna sudah menulis diblog, kalau isi konten yang menilai adalah anda para pembaca. Tulisan ini saya akan lanjutkan di berikut nya masih tentang seputar Universitas Gunadarma.

Tulisan 04 Bahasa Indonesia 2 (minggu kedua)


Tugas ini saya buat untuk matakuliah BAHASA INDONESIA 2 . Dimana penulisan ini saya tulis adalah tentang Universitas Gunadarma.

Universitas Gunadarma adalah kampus swasta terbesar menurut saya , karna regional dan mahasiswa nya tebilang banyak. Awal dari kampus ini berdiri saya kurang mengerti, akan tetapi root atau gagasan nya itu berawal dari dosen dosen MIPA UI, yang mana mereka mempunyai visi misi untuk membuat institusi ‘komputer’ itu kabar burung yang saya tahu. 
Hal ini baru baru saya dengar ketika disemester 3. Awal gagasan mereka tentang computer ber basecamp di matraman lalu pindah ke depok yang skrng terkenal di daerah margonda, setelah sukses kampus kampus seperti di kalimalang dan cengkareng pun menyusul. Tahun 80’an adalah tahun tahun mereka membangun, di tahun 2000an mereka barulah mengembangkan. Berawal dari falkutas ilmu computer sampai sekarang terdapat pula teknik, ekonomi, sastra, psikologi, komunikasi. Itu contoh falkutas falkutas yang saya tahu, jika ada kekurangan yaa mohon diberi koreksi. 
Apakah yang membuat gunadarma itu berkembang? Menurut saya ia berkembang karna kembali lagi ke mahasiswanya, mungkin mahasiswa diatas saya atau si senior senior mempunyai semangat tinggi menuntut ilmu dan membuat nama kampus menjadi besar, buah besar itu menurut saya sudah ada dimasa masa saya berkuliah sekarang. Gunadarma tidak hanya popular di daerah local Jakarta, ia pun sudah terdengar di seindonesia, banyak kenalan saya yang bukan dari Jakarta saja, dari daerah Indonesia lain pun ada dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua pun ada, ibarat nya sudah ada sepenggal nama gunadarma di Indonesia. 
Sebutan popular gunadarma adalah gundar, meski dimasyarakat kampus nya sendiri mempunyai sebutan yaitu UG (universitas gunadarma). Sepenggal cerita dari dalam kampus dan luar kampus akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya.

Tulisan 03 Bahasa Indonesia 2 (minggu pertama)


Tugas ini saya buat untuk matakuliah BAHASA INDONESIA 2 . Dimana penulisan ini saya tulis adalah tentang diri saya sendiri masih di perkuliahan. 

Hal yang paling nikmat adalah mempunyai teman yang peduli sesama, namun peduli itu bisa dirasakan jika kita juga turut peduli. Perbedaan pendapat pemikiran cara menyelesaikan masalah adalah segelintir hal yang mana menjadi dinamika pertemanan. Hal ini membuat saya ingin menulis hal manis dan pahit pertemanan di perkuliahan, satu hal yang pasti menjadi saya membuka pintu pikiran tentang ‘TEMAN’. 
Teman menurut saya adalah orang yang sama sama merasakan apa yang saya rasakan baik susah dan senang. Dikampus saya mempunyai teman yang boleh dibilang biasa saja. Tidak terlalu dekat namun sering terlihat, disini saya mengalami perbedaan yang mencolok, kenapa? Karna saya melihat bahwa domisil itu penting atau latar belakang daerah tinggal atau sekolah mereka. Saya melihat bahwa pemikiran mereka tidak sevisi misi dengan apa yang saya lalui di daerah saya berasal. Saya mendapatkan apa yang saya dapat di asal saya, akan tetapi yang saya dapat diasal saya berbeda jika saya bawa ke ‘pertemanan’ sekarang (dikampus). 
Mereka menilai seakan orang dari ‘monas’ hebat gaul, dan sebagainya. Apa yang mereka tunjukan kekita bahwa mereka ingin dilihat atau diperhatikan lebih. Ingin disamakan, disamakan? Mereka mengganggap bahwa mereka itu sama seperti anak ‘monas’ tapi? Anak ‘monas’ menilai mereka aneh. Aneh iyalah kita sama sama manusia, sama sama makhluk social, mereka saja yang berpikiran bahwa ada tembok besar yang membatasi anak ‘monas’ dan anak lainnya. Momok ini lah yang membuat saya bahwa masalahnya itu di mereka, bukan di anak ‘monas’. Mereka yang melihat ‘WAH’ akan tetapi kami melihat nya biasa aja. Dikampus saya banyak belajar dari ilmu eksak sampi ilmu social, banyak keanekaragaman hayati manusianya, dari orang yang ‘bawa perasaan’, ‘purik’ (purik adalah orang yang ngambek’an), ‘orang yang ga modal’ (ingin nya gratisan, dia bilang yauda nanti diganti, kenyataannya tidak. 
Kita yang notaben nya anak kuliah, ngurus diri sendiri aja masih kurang, uang disini dihambur hamburkan, sampe saya tidak paham lagi mau mereka apa, akan tetapi dari dulu sudah saya ‘paitin’ orang yang seperti itu), ‘orang yang menggampangkan segala hal’ ini adalah orang yang dianggap sok tahu akan segala hal, mengakuisisikan fakta yang kita dapat. Itulah segeilintir cerita saya dikelas, khusus nya dikampus.

Tulisan 02 Bahasa Indonesia 2 (minggu pertama)


Tugas ini saya buat untuk matakuliah BAHASA INDONESIA 2 . Dimana penulisan ini saya tulis adalah tentang diri saya sendiri dikehidupan masa lalu. 

Orang banyak mendeskripsikan saya sebagai orang baik, akan tetapi masa lalu saya yang membuat saya menjadi seperti orang sebutkan tadi sekarang. Mendapatkan hal yang saya ingin kan menjadikan saya menjadi pribadi yang cepat puas. Jika sesuatu datang dan ingin saya miliki hal itu tetap saya perjuangkan. Diawal sekolah saya sudah pindah dari sekolah satu ke sekolah lain nya, sampai tiba saat saya bersekolah di SMA sujuran. Sekolah para berandal, disini saya mendapatkan pelajaran yang beda dari sekolah lain nya, yaitu kekuasaan. Setiap orang yang ingin menguasai sekolah tersebut harus menanklukan geng lain. 
Geng ini terbentuk sebagai wakil perkelas. Menaklukan geng tersebut satu persatu adalah sebuah cerita panjang sebab itu saya akan menceritakan dengan garis besar nya saja. Diawali saya melihat sekelompok orang sedang mencari murid kelas 3, yang bernama tama. Sekelompok orang itu melihat saya sedang berjalan, seya tidak tau menau tentang keberadaan tama. Mereka langsung menyerang saya, disitu saya menghajar sekumpulan orang itu, mereka tidak tau siapa yg mereka hadapi. Saya mencari kebeneran mengapa mereka mencari tama, usut punya usut tama adalah ketua besar di sekolah itu. Jika ingin menguasai sekolah itu harus mengalahkan tama. 
Dengan informasi yang seadanya saya mencari tama, akan tetapi saya bertemu dengan ken, ken adalah salah satu kelompok yang menyerang saya, tapi kondisi ken dia sedang pergi membeli makanan. Saya bersama ken mencari informasi tentang tama. Sampai saya bertemu dengan sino. Sino adalah murid 3b, dia adalah ketua dari kelas tersebut, saya bertemu dan langsung menghajarnya dan akhirnya dia memberikan saya petunjuk bagaimana menguasai sekolah kami. Diawali dengan merekrut murid yang bernama jaki. Jaki adalah murid 3d, ia ketua dari beberapa kelas. 
Dia tidak bersekongkol dengan tama, sino member petunjuk jika jaki sangatlah lemah terhadap wanita, maka saya bersama ken dan sino menyusun strategi agar jaki bisa bergabung bersama saya. Di suatu klub saya bertemu ruka, ia adalah wanita yang biasa menyanyi diklub. Dia cantik dan berbeda dari wanita lain. Saya berbicara dengan ruka soal teman temannya. Dan ia mau untuk datang “kecan” bersama jaki. Disitu jaki tersipu karena tidak tahan hasrat nya jika melihat wanita. Jaki malu terhadap teman teman ruka. Saya pun begitu, seperti punya kesalahan mendalam, akan tetapi jaki mengucapkan kalo saya boleh berbagi kekuasaan bersama dia. 
Disitu jaki sino ken dan saya sudah mengumpulkan anggota dari kelas lain. Disini saya akan bercerita bagaimana mengalahkan tama. Tama sulit di kalahkan karena kekuatan fisik dia cukup kuat untuk bisa sampai ditumbangkan. Di hujan sore saya bersama anggota lain datang di lapangan belakang sekolah, disitu saya melihat tama . kami bertarung anggota dan ketua saling mengalahkan, hingga sampai saat dimana hanya saya dan tama yang masih berdiri. Disini tenaga saya sudah dikuras habis untuk melawan yang lain. Tama pun juga begitu. 
Hingga hujan reda, rona merah disore hari muncul, saya menghajar tama dengan sekuat kemampuan saya. Tama pun jatuh karena tidak sanggup menahan nya. Disini saya bukan membanggakan diri, akan tetapi saya hanya bercerita yang tersurat lewat aksara ini. Sekian pengalaman yang saya berikan semoga bermanfaat.